Petaka Hati adalah Nafsu
Kesyirikan tak hanya penyembahan berhala. Pemanjaan nafsu jasmani, dan menyamakan segala yg ada di dunia dan akhirat dgn Allah juga syirik. Sebab selain Allah adalah bukan Tuhan. Bila kau tenggelamkan dalam sesuatu selain Allah berarti kau menyekutukan-Nya. Oleh sebab itu, waspadalah jangan terlena.Maka dgn menyendiri/uzlah akan diperoleh keamanan.Jangan menganggap dan mengklaim segala kemaujudan atau maqam-mu berkat kau sendiri. Maka bila kau berkedudukan atau dalam keadaan tertentu, jangan membicarakan hal itu kepada orang lain. Sebab dalam perubahan nasib yg terjadi dari hari ke hari keagungan Allah mewujud dan Allah berada diantara hambaNya dan hati-hati mereka. Bisa-bisa yg kau bicarakan sirna darimu dan yg kau anggap abadi berubah shg kau dipermalukan di hadapan yg kau ajak bicara. Simpanlah pengetahuan ini dalam lubuk hatimu dan jangan bicarakan dgn orang lain.Jika hal itu terus maujud, maka hal itu akan membawa kemajuan dalam pengetahuan, nur, kesadaran dan pandangan. Allah berfirman: "Ayat-ayat yg Kami hapus atau Kami jadikan lupa, Kami datangkan yg lebih baik daripadanya atau yg sepertinya. Tidakkah kamu ketahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS 2.Al Baqarah: 106)
Jangan menganggap Allah tak berdaya dalam sesuatu hal, jangan menganggap ketetapan-Nya tak sempurna, dan jangan sedikit pun ragu akan janji-Nya. Dalam hal ini ada sebuah contoh luhur dalam Nabi Allah. Ayat-ayat dan surat-surat yg diturunkan kepadanya, dan yg dipraktekkan, dikumandangkan di masjid-masjid, dan tertulis di dalam kitab-kitab. Mengenai hikmah dan keadaan ruhani yg dimilikinya, ia sering mengatakan bahwa hatinya sering tertutup awan, dan ia berlindung kepada Allah tujuh puluh kali sehari. Diriwayatkan pula, bahwa dalam sehari ia dibawa dari satu hal ke hal lain sebanyak seratus kali sampai ia berada pada maqam tertinggi dalam kedekatan dgn Allah. Ia diperintahkan untuk meminta perlindungan kepada Allah, karena sebaik-baik seorang hamba yaitu berlindung dan berpaling kepada Allah. Karena dgn begini ada pengakuan akan dosa dan kesalahannya dan inilah dua macam sifat yg terdapat pada seorang hamba dalam segala keadaan kehidupan, dan yg dimilikinya sebagai pusaka dari Adam as., 'bapak' manusia, dan pilihan Allah.
Berkatalah Adam a.s.: "Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tak mengampuni kami, dan merahmati kami, niscaya kami akan termasuk orang-orang yg merugi." (QS. 7.Al-A'raaf: 23). Maka turunlah kepadanya cahaya petunjuk dan pengetahuan tentang taubat, akibat dan tentang hikmah di balik peristiwa ini, yg takkan terungkap tanpa ini; lalu Allah berpaling kepada mereka dgn penuh kasih sayang, sehingga mereka bisa bertaubat.
Dan Allah mengembalikannya ke hal semula dan beradalah ia pada tingkat wilayat yg lebih tinggi dan ia dikurniai maqam di dunia dan akhirat. Maka menjadilah dunia ini tempat kehidupannya dan keturunannya sedang akhirat sebagai tempat kembali dan tempat peristirahatan abadi mereka. Maka ikutilah Nabi Muhammad Saw kekasih dan pilihan Allah dan nenek moyangnya, Adam, pilihan-Nya - keduanya adalah kekasih Allah - dalam hal mengakui kesalahan dan berlindung kepada-Nya dari dosa-dosa, dan dalam hal bertawadhu' dalam segala keadaan kehidupan.
No comments:
Post a Comment